Redesign

7 tanda website perusahaan atau instansi perlu redesign

Website yang dibuat lima tahun lalu mungkin masih "jalan", tapi diam-diam membuat calon klien pergi. Ini tanda-tanda yang paling mudah dikenali, dan cara merombaknya dengan aman.

Diterbitkan 13 Oktober 2026 · GoGov Indonesia

Redesign bukan sekadar ganti warna. Tujuannya membuat website kembali bekerja: mudah dibuka di HP, cepat, mudah dipahami, dan menghasilkan tindakan. Berikut tanda-tanda bahwa saatnya merombak.

1. Berantakan atau sulit dibaca di HP

Sebagian besar pengunjung kini datang dari ponsel. Jika pengunjung harus memperbesar layar untuk membaca, atau tombolnya terlalu kecil untuk ditekan, mereka akan pergi.

2. Lambat dibuka

Halaman yang butuh lebih dari beberapa detik untuk tampil kehilangan banyak pengunjung sebelum mereka melihat apa pun. Penyebab umum: foto tidak dikompres, terlalu banyak plugin, dan hosting yang tidak memadai. Anda bisa mengujinya gratis di PageSpeed Insights.

3. Informasi sudah kedaluwarsa

Alamat lama, nomor telepon yang tidak aktif, berita terakhir tiga tahun lalu, atau layanan yang sudah tidak ada. Bagi instansi, ini bisa menurunkan kepercayaan publik.

4. Tidak jelas harus melakukan apa

Pengunjung masuk, membaca, lalu bingung harus menghubungi siapa. Website yang baik selalu punya tombol aksi yang jelas, misalnya chat WhatsApp, ajukan layanan, atau unduh dokumen.

5. Susah diperbarui sendiri

Jika setiap perubahan kecil harus menunggu developer, konten akan cepat basi. Sistem pengelolaan yang sederhana membuat tim Anda bisa memperbarui berita, galeri, dan pengumuman sendiri.

6. Tidak muncul di Google

Website tanpa judul halaman yang jelas, tanpa sitemap, dan tanpa struktur heading yang rapi sulit ditemukan mesin pencari. Redesign adalah momen tepat untuk memperbaiki fondasi SEO.

7. Tampilan tidak mencerminkan kualitas Anda saat ini

Bisnis Anda sudah berkembang, tapi website masih terlihat seperti saat baru mulai. Calon klien menilai dari tampilan pertama, jauh sebelum mereka mengenal layanan Anda.

Cara redesign tanpa kehilangan peringkat Google

  1. Catat semua URL lama yang sudah terindeks dan yang paling banyak dikunjungi.
  2. Pertahankan URL sebisa mungkin. Jika harus berubah, pasang redirect 301 dari alamat lama ke alamat baru.
  3. Bawa konten yang masih relevan, perbarui yang usang, dan hapus yang sudah tidak berguna.
  4. Uji di HP dan ukur kecepatan sebelum diluncurkan.
  5. Kirim sitemap baru ke Google Search Console setelah website baru tayang.

Mulai dari mana?

Untuk UMKM, redesign bisa dimulai dari satu landing page yang kuat. Lihat contoh landing page UMKM dan struktur landing page yang bikin closing. Untuk instansi dan perusahaan, lihat demo website resmi SuperWeb.

Konsultasikan redesign website Anda via WhatsApp: kirim link website lama, kami bantu petakan apa yang perlu diperbaiki.

Butuh website atau landing page? Tim GoGov membantu dari perencanaan sampai online.

Konsultasi via WhatsApp →